Paparan tentang Yayasan Konfiden

Yayasan Konfiden adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang pengembangan, penyebarluasan pengetahuan dan pemanfaatan media pandang dengar bagi kepentingan pemberdayaan, peningkatan apresiasi, dan dukungan atas inisiatif masyarakat.

SEKILAS SEJARAH KONFIDEN

Konfiden berdiri bersamaan dengan penyelenggaraan Festival Film-Video Independen Indonesia (FFVII) tahun 1999. Pasca pelaksanaan kegiatan tersebut, Konfiden berusaha untuk menjadi sebuah komunitas yang berbadan hukum. Maka didirikanlah Yayasan Konfiden dengan sebuah akta notaris yang disahkan pada 28 Januari 2000. Yayasan Konfiden pun menyelenggarakan Open House pada 4 Februari 2000 untuk mengumumkan keberadaannya kepada publik. Diawali dengan gagasan “Audio Visual untuk Semua”, Yayasan Konfiden menyusun programnya yang bertujuan untuk mengenalkan pengetahuan tentang membuat film bagi siapapun. Setiap tahun, Yayasan Konfiden menyelenggarakan FFVII dengan tema yang ditentukan berdasarkan cara pandang organisasi terhadap situasi dan Kondisi perfilman Independen Indonesia, “Audio-Visual untuk Semua” (1999); “Ayo Berkarya” (2000); “Bicara Lewat Film” (2001); dan “Kualitas dalam Berkarya” (2002).

Konfiden kemudian menempati sebuah ruangan yang dipinjamkan oleh Bapak Dwi Koendoro (yang akrab dipanggil Pak DK) di Jalan Biru Laut Raya No. 25, Cipinang Cempedak, Jakarta 13340. Sekretariat Konfiden yang juga studio komik dan animasi Pak DK itu ramai dikunjungi para mafin (makhluk film independen), peneliti film, atau siapapun yang tertarik pada film independen.

Pada saat penyelenggaraan FFVII 4 di tahun 2002, kondisi perfilman Indonesia telah sangat berubah dibandingkan ketika Konfiden berdiri. Di berbagai kota dan universitas bermunculan komunitas film dan juga festival film independen dengan tema yang beragam. Lokakarya (workshop) dan lokalatih (training) film pun telah banyak digelar di berbagai perguruan tinggi di kota-kota besar. Begitu juga pembuat film independen yang terus bertambah jumlahnya. Festival film independen di sebuah stasiun swasta mencatat 800 karya film yang masuk di tahun 2002.

Perkembangan tersebut membuat Yayasan Konfiden memandang perlunya perubahan bentuk festivalnya dari non kompetisi ke bentuk kompetisi. Selain itu, muncul juga keinginan untuk melibatkan diri dalam proses pembentukan identitas ke-Indonesia-an melalui media film independen. Berbagai usaha untuk memperbaiki organisasi dilakukan, bahkan termasuk menunda pelaksanaan FFVII 5 (yang kemudian berganti nama menjadi Konfiden Film Festival). Pada saat yang bersamaan, perubahan juga terjadi di Yayasan Konfiden. Pada saat pelaksanaan FFVII 4, Konfiden kehilangan ruang untuk berkumpul ketika studio Pak DK pindah ke tempat lain dan Konfiden memutuskan untuk tidak lagi merepotkan Pak DK.

Masa dari akhir tahun 2002 hingga awal 2005, Yayasan Konfiden berjalan tanpa sekretariat. Pada masa ini, Yayasan Konfiden memfokuskan diri pada pembenahan organisasi dengan tetap menjalankan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Pembenahan organisasi termasuk melakukan restrukturisasi kepengurusan serta melengkapi syarat-syarat umum sebagai sebuah yayasan. Dengan mempertimbangkan keutuhan dan kelangsungan organisasi, seluruh aktivis Konfiden yang masih tersisa dari kepengurusan awal di tahun 2000 memutuskan untuk mengubah secara keseluruhan susunan dewan pendiri serta pengurus Yayasan Konfiden. Keputusan ini diambil karena Yayasan Konfiden membutuhkan kepastian komitmen dari aktivisnya agar visi, misi dan tujuan organisasi dapat tercapai.

Walau demikian, Yayasan Konfiden tetap mengusung semangat yang sama dengan saat ia didirikan pada tahun 2000. Dengan perubahan yang ada, Yayasan Konfiden tetap merupakan organisasi yang terbuka bagi siapapun yang memiliki minat dan ketertarikan pada dunia perfilman terutama film independen. Saat ini, program Yayasan Konfiden mencakup produksi film untuk tujuan-tujuan non komersial termasuk di dalamnya pembuatan visual proposal, Lokakarya (workshop) film, festival film independen, penelitian, penerbitan dan perpustakaan film independen menyediakan layanan pendokumentasian tentang film independen dalam berbagai medium di sekretariat Yayasan Konfiden dan dapat diakses oleh siapapun.

Kehadiran dan keterlibatan Yayasan Konfiden dalam usaha memajukan perfilman Indonesia saat ini tidak lepas dari keberadaan para pionir yang telah mewujudkan gagasan-gagasannya dalam sebuah organisasi bernama Konfiden di tahun 2000.

Para pionir Yayasan Konfiden itu adalah sebagai berikut:

Dewan Pendiri

  • Muhammad Haikal
  • Rizky Diaz Pahlevi
  • Sri Ratna Setiawati

Dewan Pengurus

  • Alexander Sihar Purnawan
  • Eka Wachyuningsih
  • Mariska Hendraely
  • Dedy Arnov
  • George Arif Kurniawan

Dewan Penasehat

  • Garin Nugroho
  • Dwi Koendoro

VISI DAN MISI KONFIDEN

Yayasan KONFIDEN adalah sebuah yayasan nirlaba yang mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai bidang audio visual, dan manfaatnya bagi masyarakat sebagai wadah untuk sumber daya dan dukungan atas dasar inisiatif masyarakat sendiri.

Misi
menyebarluaskan pengetahuan mengenai film dan manfaatnya di Indonesia sebagai media penyampaian ekspresi kreatif masyarakat terhadap kebebasan berpendapat, kesetaraan, keadilan, dan penghargaan atas keanekaragaman.

Visi
sebuah komunitas film (terdiri dari penonton, peneliti, dan pembuat film/video Indonesia, dunia industri film, dan televisi nasional) yang terbuka dan mendukung pemanfaatan, kualitas, dan keanekaragaman karya audio visual.

Untuk mencapai misi dan visi di atas, KONFIDEN telah menetapkan beberapa bidang sebagai program yang sedang berjalan, yaitu bidang Pendidikan (terdiri dari lokakarya, perpustakaan, penerbitan, riset, dan konsultasi produksi), bidang Produksi (terdiri dari Visual Proposal dan Gerilya Sinema), dan bidang Eksibisi (terdiri dari Konfiden Film Festival dan pemutaran film).

STRUKTUR ORGANISASI KONFIDEN

Setelah melewati waktu lebih dari empat tahun, Konfiden melakukan restrukturisasi organisasi. Tanpa mengurangi rasa hormat pada generasi pendiri Yayasan Konfiden di tahun 2000, saat ini Yayasan Konfiden telah mengubah struktur dewan pendiri dan pengurus harian organisasi. Struktur baru ini tetap menjunjung tinggi semangat dan jiwa independensi seperti pada saat Yayasan Konfiden didirikan.

Sejak Januari 2005, susunan Konfiden adalah sebagai berikut:

Dewan Pendiri Konfiden

  • Alex Sihar Purnawan
  • Annelia Sani
  • Agus Mediarta
  • Ahsan Andrian
  • Dedy Arnov
  • Duta Prameswari
  • T. Lintang G.
  • Wisnu Surya Pratama

Pengurus Harian

  • Alex Sihar Purnawan
    Direktur Yayasan Konfiden
  • Dedy Arnov
    Program Direktur
  • T. Lintang G.
    Asisten Pengembangan Program Bidang Hubungan Eksternal
  • Agus Mediarta
    Asisten Pengembangan Program Bidang Informasi dan Penelitian