Ini Tentang Sukarelawan Kami
Buletin FFPK 2008 Edisi 04
Memasuki hari ketiga pelaksanaan festival, bagaimana keadaan para sukarelawannya yah? Ternyata, mereka masih semangat menjalankan tugasnya masing-masing. Volunteer atau sukarelawan adalah salah satu bagian penting dalam setiap Festival Film Pendek Konfiden (FFPK). Para sukarelawan terbagi dalam beberapa divisi kerja, antara lain: meja tamu, usher, pembantu umum, dokumentasi, konsumsi, dan masih banyak lagi. Setiap tahun, Yayasan Konfiden selalu merekrut sukarelawan untuk penyelenggaraan FFPK. Komitmen tinggi dan bertanggungjawab atas setiap tugas adalah persyaratan penting yang mau tidak mau harus dipatuhi para sukarelawan. Soal berpengalaman atau tidak, itu syarat nomor sekian bagi sukarelawan, yang penting memiliki tanggung jawab dan komitmen.
Beragam alasan muncul dari mereka, mengapa mau menjadi sukarelawan FFPK? Sebagian besar menjawab ingin mencari pengalaman. Ada juga yang menjawab karena ingin menonton film pendek yang tidak diputar di bioskop. Beberapa panitia yang telah menjadi sukarelawan di tahun sebelumnya ternyata punya alasan lain. Suasana kerja yang nyaman membuat mereka ingin kembali menjadi sukarelawan. Tidak hanya itu, ingin mengambil ilmu dari mereka yang sudah berpengalaman dibidangnya juga menjadi alasan mereka. Cape? Sudah pasti. Namun, mereka mengaku rasa cape itu tidak seberapa jika dibandingkan pengalaman dan teman baru yang mereka dapat.
Canda tawa kerap kali terdengar dari mereka. Di salah satu malam, para sukarelawan terlihat berkumpul dibalik tirai hitam yang biasa dijadikan untuk menyimpan segala macam barang oleh panitia. Ketika itu, mereka sedang mengisi waktu setelah selesai melaksanakan pekerjaan mereka masing-masing. Dengan suara agak berbisik mereka mulai bertukar cerita mengenai kejadian-kejadian menarik. Sesekali Lintang, manajer festival, memarahi mereka karena suara tawa yang tidak bisa dibendung. Obrolan mereka saat itu terlihat sangat seru. Padahal, jika diingat mereka baru saling kenal dan suasana obrolan sama sekali tidak mengesankan hal tersebut. Setelah ditanya, rupanya mereka merasa ”nyambung” satu sama lain. Hal lain yang terlihat pada sukarelawan FFPK adalah, jika ada di antara mereka yang tidak bisa datang karena hal mendesak, sukarelawan lainnya berusaha menggantikan posisi yang kosong. Kompak. Itulah yang tergambar dari para sukarelawan.
Harapan pun datang dari para sukarelawan. Mereka berharap kalau tahun depan FFPK diadakan kembali, jika ada waktu dan kesempatan, mereka akan membantu lagi. Harapan terpenting mereka ialah, pertemanan yang mereka bangun selama di FFPK tidak hanya berhenti sampai festival ini saja. Mereka berharap setelah FFPK berakhir mereka bisa tetap berteman. Rasa terimakasih juga tidak lupa mereka ucapkan karena diberi kesempatan untuk menjadi sukarelawan dan mendapatkan pengalaman baru. (emira)









