FFPK Logo

Festival Film Pendek Konfiden

Partner FFPK 2009
DKJ Kineforum CCF Cinemags Footage Flick Karbon Kinoki The Marshallplan Frame

Program Festival Film Pendek Konfiden 2007

Ini Mimbar Kami
(3 film | 51:07 menit)

Kepalan tinju yang teracung dan teriakan kata-kata membabibuta hilang terangkut bis kota. Namun, masih ada yang tertinggal. Walau hidup harus terus berjalan, pilihan telah ditentukan.

Janji Jabrik
Yogyakarta | 22:07 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Sujanti Janukepa
Produksi: Komunitas Dokumenter
Sinopsis:
Pandangan Jabrik?orang dengan HIV/AIDS? tentang hidup yang bermakna bersama keluarganya.

Anarchist Cookbook for Beginners
Jakarta | 18:00 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Dimas Jayasrana
Produksi: Moksa Production
Sinopsis:
Perbincangan ideologis yang mendayu-dayu.

Menggiring Angin
Yogyakarta | 11:00 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Tonny Trimarsanto
Sinopsis:
Seorang istri polisi yang mengalami kekerasan oleh suaminya sendiri yang polisi, yang harusnya mengayomi dan menegakan hukum

Program Kompetisi: Menjaring Matahari
(3 film | 71:00 menit)

Reach (Raih)
Tangerang | 30:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Hendro Pramoe
Produksi: Visentra Media
Sinopsis:
Wawan, pemuda dari desa datang ke kota besar untuk menimba ilmu dan berkarir. Setelah gelar sarjana diraihnya, ternyata mencari pekerjaan tidak semudah yang diperkirakannya. Ia pun terpaksa menjalani pekerjaan selama 3 tahun sebagai supir taksi. Sampai suatu hari ia bertemu dengan penumpang-penumpang yang kelak mengubah jalan hidupnya.

Gue VS Koruptor
Bandung | 24:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Aisyah Amirah
Produksi: Forum Filmmaker Pelajar Bandung
Sinopsis:
Seorang siswa SMA bernama Ben yang suatu hari harus datang ke sekolah untuk mengganti kaca kelas yang dia pecahkan. Saat hendak berangkat, Ben marah karena muncul berita bahwa kepala sekolahnya korupsi. Tak lama berselang, adiknya –Tari– minta tolong Ben mencari uang untuk bayar SPP-nya, Ben pun menyanggupi. Seorang teman Ben yang kenal wartawan, mengusulkan untuk mencari bukti korupsi kepala sekolah untuk kemudian menjual informasi ke wartawan. Ben pun menyanggupi tapi rencana Ben tak berjalan mulus. Banyak peristiwa tak terduga yang menghalangi usahanya.

Cheng-Cheng Po
Yogyakarta | 17:00 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: B. W. Purba Negara
Sinopsis:
Semacam cara jenaka untuk memaknai Bhineka Tunggal Ika.Film ini berkisah tentang Markus dan kulit hitamnya. Tyara dengan batik parang garuda, dan Tohir dengan inspirasi teka-teki silang untuk membantu sahabat mereka. Han, seorang anak lelaki Tionghoa yang hampir kehilangan mimpinya. Bagi anak-anak itu, memahami perbedaan adalah persoalan yang sederhana, sesederhana cheng cheng po.

Program Kompetisi: Selangkah ke Belakang
(2 film | 56:00 menit)

Coba saja daftarkan, ada berapa banyak variasi yang ada dalam kisah cinta dan perjuangan mempertahankannya. Yang menggunakan kenangan sebagai senjata utamanya, mungkin tidaklah banyak.

Jalan Sepanjang Kenangan
Yogyakarta | 30:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Eddie Cahyono
Produksi: Fourcolours Films dan ISI Yogyakarta
Sinopsis:
Ngidam! Demi jabang bayi yang dikandung Susi, Slamet rela memenuhi keinginan istrinya yang sedang ngidam untuk menyusuri kembali jalan kenangan mereka. Mesti harus berbohong kepada atasannya. Kenangan lama diulang, ada rasa suka, duka, haru, dan cemburu. Slamet dan susi kembali dihadapkan kepada keadaan dimana mereka harus saling percaya dan mencintai untuk mengarungi bahtera rumah tangga mereka.

The Last of the Great
Jakarta | 26:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Erico Triyogo
Produksi: Two Tone Films
Sinopsis:
Harris stres mendapatkan dirinya terinfeksi HIV. Ia ingin kembali ke jalan menggunakan drugs. Di antara kebimbangannya, dapatkah ia menyelesaikan masalahnya dengan bijak?

Program Kompetisi: Etalase Hari Ini
(3 film | 61:12 menit)

Barangkali hidup ini memang sederet panjang perjuangan. Dan, selalu ada kisah yang sengaja kita lewatkan. Namun segigih apapun kita berusaha membuang muka, dengan keringat dan harga diri, mereka tetap bertahan.

Mati Bujang Tengah Malam
Yogyakarta | 30:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Fajar Nugroho
Produksi: Zerosith Pictures
Sinopsis:
Armand telah lulus kuliah secara cumlaude 3 tahun lalu tapi tak kunjung mendapat pekerjaan. Deritanya semakin lengkap ketika Armand ditinggal Amelia, sang kekasih. Tapi takdir berkata lain, ia bertemu dengan pria misterius yang menghadapkannya pada sebuah pilihan. Karena mundur atau berhenti berarti hancur.

Merah Putih di Jam 7 Lewat 10
Jakarta | 15:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Christ Oscario Pelamonia
Produksi: Mise en Scene Pictures
Sinopsis:
3 orang anak dengan berbagai latar belakang keluarga dan suku yang berbeda namun mereka bertiga punya satu tujuan yang sama yaitu untuk tidak terlambat mengikuti upacara bendera di sekolahnya

Di Atas Rel Mati
Jakarta | 16:00 | 2006 | Dokumenter
Sutradara: Nurfitria Napiz dan Welldy Handoko
Sinopsis:
Wahyudi, Ropik, Ade, dan Wanto menuturkan keseharian mereka sebagai anak lori. Anak-anak ini mencoba bertahan hidup dengan menyediakan jasa transportasi lori dorong, sebuah alat untuk mengangkut penumpang dan barang yang kerap dimanfaatkan oleh warga kampung Dau Atas, Ancol-Jakarta

Program Kompetisi: Balada Sejuta Wajah
(4 film | 54:13 menit)

Sejuta wajah tanpa nama bukan berarti tanpa cerita. Kisah mereka beredar dan tumbuh dengan caranya sendiri, jadi mitos, jadi legenda, jadi olokan, dan jadi tradisi. Upacara sakral yang hidup bersama lenggak-lenggok di panggung tanah.

Lifestyle of Tayub
Surabaya | 19:42 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Andri Kurnia Putra Kalyana
Produksi: Ndasku Ngelu
Sinopsis:
Film dokumenter mengenai kehidupan seni tayub di Blora. Awalnya, seni tayub hanyalah ritual untuk bersih dosa. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, ritual ini mulai bergeser menjadi hiburan rakyat semata dengan adanya pemberian saweran dan minum. Minuman dalam seni tayub sedikit demi sedikit mengubah persepsi di kalangan masyarakat dalam memandang dan mengapresiasi seni tayub.

Lengger Santi
Purbalingga | 12:12 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Bowo Leksono
Produksi: Laeli Leksono Film
Sinopsis:
Sampai kapan kesenian Lengger bisa bertahan bila perempuan-perempuan Banyumas tak meliriknya sama sekali?

Pantang di Jaring Halus
Medan | 19:30 | 2006 | Dokumenter
Sutradara: Onny Kresnawan
Produksi: Soi File Documentary
Sinopsis:
Penduduk desa Jaring Halus memiliki kebiasaan turun temurun melakukan upacara persembahan kepada penghuni laut yang tidak kelihatan kasat mata. Mereka meyakini, bahwa upacara jamu laut merupakan salah satu bentuk terima kasih mereka pada "roh-roh" penghuni laut agar terus diberi rizki dan dijauhkan dari bencana

Grammar
Surabaya | 02:49 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Moh. Sholikin
Produksi: Gathotkaca Studio
Sinopsis:
Kisah tentang 2 karakter lokal dengan dialog dan tata bahasa yang khas.

Program Kompetisi: Tangan Besi
(2 film | 19:44 menit)

We are Friends (Saddam & Bush Berteman)
Wonogiri | 04:44 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Hidayat Priyo N.
Sinopsis:
Dua tokoh kontroversial yang dahulunya adalah kawan bermain yang setia.

Suster Apung
Makassar | 15:00 | 2006 | Dokumenter
Sutradara: Andi Arfan Sabra dan Suparman Supardi
Sinopsis:
Hj.Rabiah telah bertugas selama 25 tahun sebagai perawat di kepulauan Liukang Tangaya di selatan pulau Sulawesi, dekat perairan laut Flores. Ia harus menembus ganasnya gelombang laut dan melawan batas kewenangannya sebagai perawat. Hj.Rabiah tidak menyerah oleh keterbatasan fasilitas yang ada di tempat-tempat terpencil tersebut.

Program Kompetisi: Sekadar Mimpi Manis
(4 film | 34:22 menit)

Banyak hal besar dimulai dengan mimpi. Wright bersaudara pun berhasil menciptakan pesawat pertama diawali dengan mimpi.

Trophy Buffalo
Jakarta | 18:22 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Vanni Jamin
Produksi: Jamin Films Production
Sinopsis:
Permusuhan dua klan yang mempertaruhkan kehormatan dan harga diri keluarga lewat pertarungan kerbau. Ida dan Pandi, anak kecil dari kedua klan keluarga berusaha untuk mengakhiri permusuhan.

Little Statues Behind the Door
Jakarta | 08:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Samanta Limbrada
Produksi: Cahyadalamglap
Sinopsis:
Seorang gadis menemukan patung kecil di balik pintu di rumahnya.

A Part of You
Jakarta | 03:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Perdana Kartawiyudha
Produksi: Kartu Perdana Films
Sinopsis:
Seorang gadis mengejar seorang lelaki untuk suatu maksud.

Suram
Jakarta | 05:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Erico Triyogo
Sinopsis:
Tolay (preman pasar) yang baru diterima di perguruan tinggi.

Program Kompetisi: Tabir Cerita
(4 film | 51:37 menit)

Sepasti uang arisan yang pasti mengucur atau asuransi keamanan, pola seringkali diciptakan dan untuk menjaga stabilitas, bahkan panduan untuk menjalani hidup. Yang berlangsung di baliknya, mungkin kita tidak pernah tahu. Atau memilih untuk tidak mau tahu?

Trip to the Wound
Jakarta | 07:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Edwin
Produksi: babibutafilm
Sinopsis:
Pembicaraan tentang bekas luka di tubuh yang menguak luka di hati.

Lipstick
Jakarta | 07:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Rina Yanti Harahap
Sinopsis:
Seorang gadis bernama Eiffel yakin bahwa kecantikan fisik adalah segala-galanya. Bagi Eiffel, lipstick adalah salah satu benda yang membuatnya percaya diri dan nyaman terhadap dirinya sendiri. Suatu ketika di taman, Eiffel naksir cowok yang duduk di sebelahnya, segala cara ia lakukan untuk menarik perhatian cowok tersebut. Semua cara telah ia lakukan, tapi sang cowok cuek aja. Eiffel pun kesal. Eiffel depresi karena cowok yang ditaksirnya tak seperti yang ia duga. Sayangnya, Eiffel sudah terlanjur jatuh cinta.

Mata Lobang
Jakarta | 12:37 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Elysabeth Ongkojoyo
Produksi: FFTV IKJ
Sinopsis:
Awalnya tak sengaja, ternyata nikmat dan ketagihan. Hanya saja, jangan sampai urusan intip mengintip tetangga ketahuan si empunya.

B, 4 Angka, 2 Huruf
Jakarta | 25:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Athpal Sofie Paturusi
Produksi: SIM Bikin Film
Sinopsis:
Seorang pria yang sangat mencintai istrinya. Ketika maut menjemput istrinya, sang pria menunjukkan dedikasinya untuk berkorban membahagiakan istrinya. Walaupun harus menempuh cara yang berbeda.

Program Kompetisi: Di Ruang Tengah
(4 film | 55:43 menit)

Foto keluarga seringkali mengharuskan setiap anggotanya berpose akrab dan tersenyum santun. Wajah-wajah yang kerap kita jumpai di ruang tengah, menyapa hangat di meja makan. Tapi benarkah kita sungguh-sungguh mengenal mereka?

Dinner at Eight
Pasadena, Amerika Serikat | 26:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Momphelio Santalana
Sinopsis:
Seorang ibu rumah tangga yang sempurna menjadi gila akibat keguguran kandungannya.

Boncengan
Purbalingga | 06:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Riza Saputri
Produksi: Brankerz Production
Sinopsis:
Tak ada sepeda, tak ada perhiasan. Jadi kita hanya punya boncengan saja.

Kinantan
Jakarta | 15:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Robby Ertanto
Produksi: Anak Negri
Sinopsis:
Kinantan (24 thn), seorang pria yang menjadi waria karena ia merasa nyaman menjadi wanita. Namun, ia selalu rindu akan keluarganya terutama yang melahirkannya yaitu Ibunya. Kinantan bekerja sebagai PSK dan suatu malam ia bertemu dengan adiknya di tempatnya mangkal, adiknya pun membawanya pulang.

The Last Believer
Jakarta | 08:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Tumpal Christian Tampubolon
Produksi: Jiffest, Salto Films
Sinopsis:
Seorang anak kecil yang percaya bahwa bila menjadi drakula dapat menyembuhkan adiknya.

Program Kompetisi: Mimpi yang Terlalu Cepat Usai
(3 film | 55:50 menit)

Tidak ada yang ingin hidup selamanya. Tetapi jika bumi tempat kita hidup terancam kelangsungannya, akankah kita hanya tinggal diam? Dan membiarkan mimpi kita selesai lebih cepat?

No Clear
Yogyakarta | 16:50 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: K. Ardi
Produksi: LKIS
Sinopsis:
Tentang sikap kritis dan keresahan masyarakat setempat yang wilayahnya akan menjadi daerah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

Di Ujung Kehancuran
Purbalingga | 20:00 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Insan Indah Pribadi
Produksi: Sangkanparan
Sinopsis:
Kepedulian masyarakat terhadap hutan bakau.

Benteng Pantura
Jakarta | 16:50 | 2006 | Dokumenter
Sutradara: Jajat Rio Resmana dan Hermawan
Sinopsis:
Solikin (64 tahun)–seorang warga desa Ilir, Indramayu–mencoba menyelamatkan pantai utara Jawa dari proses abrasi dengan cara mereklamasi pantai. Usaha Solikin mendapatkan penentangan dari warga sekitar. Akankah Solikin bertahan?

Program Khusus: Saat Harus Menentukan
(6 film | 50:40 menit)

Apa yang terjadi ketika sebuah remote control menguasai alur gerak waktu?dalam Video 3000 (2006)? Atau ketika Lee Howard Oswald–L.H.O. (2007)– tanpa sengaja memilih menggunakan senapan untuk menopang beban negara ketika gagasan kebangsaan sudah tak sanggup? Kesadaran penuh akan prinsip kemanusiaan harusnya menjadi pertimbangan utama sebelum bertindak, terutama ketika berada di puncak kekuasaan - Falling Grace (2004). Proses yang berjalan bersama waktu terkadang memiliki peran penting untuk menunjukkan hasil yang setimpal seperti pada film Die Amerikanische Botschaft (2005).

L.H.O.
Jerman | 03:21 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Jan Zabeil & Kristof Kannegiesser
Produksi: Hochschule fuer Film und Fernsehen "Konrad Wolf" (HFF/B)
Sinopsis:
Texas, November 1963: seorang pegawai di direktori buku sekolah. Senapan. Kecelakaan yang menjadi sejarah?

Falling Grace
Jerman | 14:00 | 2004 | Fiksi
Sutradara: Sebastian Winkels
Produksi: Credofilm / Hochschule fuer Film und Fernsehen "Konrad Wolf" (HFF/B) / ZDF / ARTE
Sinopsis:
17 tahun lalu, Grace, sang utusan dari dunia luar dikirim ke bumi untuk sebuah misi berkala. Grace datang ke bumi dan menyebabkan ketergugahan semangat George W. Bush yang mendorongnya ke Gedung Putih. Hari ini, Grace datang kembali ke bumi untuk memperbaiki kesalahan besarnya, mendatangi ruang Oval pada malam yang kelam dan sunyi.

Die Amerikanische Botschaft
Jerman | 10:00 | 2003 | Dokumenter
Sutradara: David Sieveking
Produksi: Deutsch Film und Fernsehakademie Berlin (dffb)
Sinopsis:
Januari 2003, di awal penggalangan kekuatan koalisi untuk menyerang Irak, sepasang anak muda berusaha melakukan pawai protes menuju kedutaan Amerika dengan motto "no blood for oil". Saat tidak ada seorangpun yang menunjukkan solidaritasnya, mereka berusaha keras mengajak orang-orang untuk bergabung. Pasangan itu pun terlibat adu mulut dan "gerakan" terancam gagal.

Delivery
Jerman | 09:00 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Till Nowak
Produksi: Fachhochschule Mainz
Sinopsis:
Lelaki tua yang hidup sendiri di bawah bayang-bayang kepulan asap pabrik. Suatu hari ia menerima paket misterius yang membuatnya memiliki kemampuan untuk mengubah lingkungan.

DOG
Jerman | 09:19 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Daniel Lang
Produksi: ARTE / HFF/B
Sinopsis:
Setelah kecelakaan fatal di Kalkuta, saya mengalami reinkarnasi menjadi anjing jalanan. Dan menjadi hal yang lebih buruk lagi: Apakah saya benci anjing!?

Video 3000
Jerman | 05:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Joerg Edelmann, Joern Grosshans, Jochen Haussecker & Marc Schleiss
Produksi: Hochschule der Medien
Sinopsis:
Rolf sedang gembira dengan VCR (Video Casette Recording) barunya, "Video3000". Tak lama kemudian, Rolf mendapatkan remote control VCR-nya tidak berfungsi. Rolf, mulai menyadari bahwa remote control tersebut justru dapat mengendalikan dunia nyata. Sementara asyik mempermainkan tombol "Play", "Pause", "FastForward", "FastRewind", Rolf menemukan tombol lain yang tidak ia pertimbangkan sebelumnya?

Program Khusus: Damai di Perantauan
(4 Film | 58 menit menit)

Lari, sembunyi, mengubah nasib, dan seribu alasan untuk meninggalkan tanah kelahiran. Di dunia yang asing, negosiasi dan akal sehat menjadi bekal damai di perantauan.

Be Quiet
Perancis | 19:00 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Sameh Zoadi
Produksi: Mèroè Films
Sinopsis:
Dalam perjalanan pulang, seorang anak Palestina dan ayah yang menetap di Israel terjebak dalam emosi konflik politik dan militer Palestina?Israel.

Premier No?
Tunisia-Perancis | 15:00 | 1999 | Fiksi
Sutradara: Kamel Cherif
Sinopsis:
Sebuah keluarga dengan seorang anak bernama Rafik tiba di Perancis dari Tunisia sebelum hari natal tiba dan memutuskan untuk menetap. Sejak hari pertama di sekolah, Rafik mendengar kisah tentang Sinterklas. Penuh harap, Rafik sekeluarga menanti gembira kedatangan Sinterklas bersama hadiah-hadiahnya di malam Natal.

La pelote de laine
Perancis | 14:00 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Fatma Zohra Zamoum
Produksi: 5ème Planète
Sinopsis:
Pada awal 1970–an, Mohamed pindah dan menetap di Perancis bersama istri dan kedua anaknya. Bila Mohamed pergi bekerja, ia mengunci keluarganya di flat tempat tinggal mereka. Hanya Mohamed yang memiliki kunci flat. Istri Mohamed pun merasa dirinya terpenjara dan berusaha untuk berontak. Satu hari, istri Mohamed pun dapat membebaskan diri dari Mohamed untuk selamanya.

Fond de teint
Perancis | 10:00 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Marie–Louise Mendy
Produksi: Killers Film
Sinopsis:
Safi, perempuan muda dari Afrika yang menetap di Perancis, menjemput anak laki-lakinya yang bersekolah di sebuah taman kanak-kanak. Safi menjumpai anaknya bertindak aneh dan murung. Kemurungan pun berlanjut di rumah hingga akhirnya, Safi menemukan sumber kemurungan anaknya.

Program Khusus: Film Pendek Jepang dari Short Shorts Film Festival & Asia
(5 film | 57:31 menit)

Short Shorts Film Festival & Asia mendapat kehormatan bisa memperkenalkan lima film pendek Jepang karya pembuat film muda Jepang yang berbakat. Kami percaya film-film ini akan membawa Anda dalam "perjalanan" yang mengagumkan melalui berbagai irisan dari Jepang, mulai dari sebuah restoran sushi, tempat Anda bisa menyaksikan cara menikmati sushi yang sangat unik, sampai ke sebuah stasiun televisi yang dipenuhi atmosfir yang tegang namun komikal. Anda akan menemukan bagian–bagian yang tidak pernah diketahui tentang Jepang melalui film–film ini, dengan beragam jenis, teknik, tema dan sebagainya

Salah satu misi kami adalah mempromosikan pertukaran budaya melalui film pendek, dan kami sangat menghargai kesempatan ini untuk berbagi film dan budaya Jepang dengan Anda. Kami berterima kasih kepada penyelenggara Festival Film Pendek Konfiden 2007 yang telah memberikan kesempatan berharga ini. Kami harap kerja sama ini akan terus berlanjut sampai tahun–tahun berikutnya.

Selamat menikmati film-film pendek Jepang kami?. Hidup itu singkat!

The Secret Show
Jepang | 21:26 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Hiroyuki Nakao
Sinopsis:
Hotta, seorang kurir sepeda yang masih muda, sedang terburu-buru. Ia disewa oleh kekasih dari seorang pembawa acara televisi yang terkenal. Lalu ia harus menghadapi berbagai "rahasia" dan halangan.

Sushi Japan
Jepang | 06:58 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Kenji Tanaka
Sinopsis:
Film Barat tentang sushi ini datang dari Jepang. Film tentang sushi seperti ini pasti hanya ada satu di seluruh dunia.

Origami
Jepang | 11:11 | 2005 | Fiksi
Sutradara: Hiroshi Okuda
Sinopsis:
Ia sudah membuat kekasihnya kesal karena ia tidak mendengarkan ceritanya. Lalu ia mencoba memperbaiki kesalahannya dengan membuat origami.

Who Killed the Stanley Black?
Jepang | 10:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Nobuto Ochiai
Sinopsis:
Seorang pria telah dibunuh beberapa kali oleh sebuah monster, Stanley Black. Suatu hari ia jatuh cinta dengan seorang perempuan berambut pirang yang mengenakan gaun merah. Setiap kali ia bertemu perempuan itu, ia pasti dibunuh oleh Stanley Black.

An Electric Fan of Grandma
Jepang | 07:56 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Satoshi Yamaguchi
Sinopsis:
Setelah pendingin ruangan mereka rusak, sebuah keluarga memutuskan untuk menggunakan kipas angin listrik warisan sang nenek. Ketika kipas angin itu bergerak dengan aneh, sang ayah mengerti bahwa ibunya berusaha memberitahu dia tentang sesuatu.

Program Khusus: Á Court D´ècran
(4 film | 70:16 menit)

Pada bulan November ini, Á Court D´ècran bekerja sama dengan Festival Film Pendek Konfiden 2007, menampilkan 4 film pendek Prancis koleksi Lazzenec. Keempat film pendek ini merupakan film pendek Prancis pilihan yang menjadi nominator maupun pemenang festival film pendek di Eropa.

Á Court D´ècran, adalah sebuah program yang memfasilitasi pembuat film Prancis serta Indonesia melalui pemutaran film serta diskusi untuk menciptakan ruang apresiasi bagi pembuat film dan publik. CCF Jakarta membuka ruang bagi pembuat film muda Indonesia untuk terlibat dalam program ini. Pembuat film muda Indonesia dapat mengirimkan karya mereka ke CCF Jakarta yang kemudian akan melalui proses kurasi untuk ditampilkan dalam satu program pemutaran.

Á Court D´ècran
Pusat Kebudayaan Prancis di Jakarta
Jalan Salemba Raya no. 25 Jakarta Pusat 10440,
Telepon/Phone (021) 390 77 16, 390 85 85, Fax (021) 390 85 86
acourtsdecran@ccfjakarta.or.id, http://www.ccfjakarta.or.id

Ce Qui Me Meut
Prancis | 19:16 | 1998 | Fiksi
Sutradara: Cèdric Klapsich
Produksi: Lazennec Tout Court
Sinopsis:
Sebuah mockumentary tentang sejarah penemuan-penemuan sinema. Dirangkai dengan sangat menarik, mengaburkan batas fiksi dengan nyata.

Pacotille
Prancis | 12:00 | 2003 | Fiksi
Sutradara: Eric Jameux
Produksi: Lazennec Tout Court
Sinopsis:
Thierry hendak rujuk kembali dengan Karine. Dia menghadiahkan kalung dengan rangkaian kata puitis di dalamnya, dan dari situlah permasalahan muncul.

La Fourmi
Prancis | 08:34 | 1999 | Fiksi
Sutradara: Anthony Souter
Produksi: Lazennec Tout Court
Sinopsis:
Suatu saat, ketika segala sesuatunya menjadi sangat teratur dan kaku.

HLA Identique
Prancis | 31:00 | 1998 | Fiksi
Sutradara: Thomas Briat
Produksi: Lazennec Tout Court
Sinopsis:
Kejadian paralel pada satu malam yang panjang. Pertemuan-pertemuan yang membawa prasangka serta cinta.

Program Khusus: Swedish Digital Filmmaking Workshop
(2 film)

Swedish Digital Filmmaking Workshop hadir di Indonesia sebagai bagian dari tiga rangkaian workshop serupa di Havana (Kuba), Lake Victoria (Rwanda), dan Jakarta (Indonesia), yang semuanya diselenggarakan oleh Swedish Institute. Workshop selama 22 hari ini digelar dari tanggal 28 Oktober ? 17 November 2007, dan dipandu oleh mentor dari Swedia dan Indonesia.

Dua film dalam program ini adalah film dengan naskah terbaik yang terpilih dalam kegiatan Swedish Digital Filmmaking Workshop. Hingga saat publikasi ini dicetak, dua film dalam program ini masih dalam tahap produksi dan akan diputar pertama kali di Festival Film Pendek Konfiden dan pada hari yang sama diputar di acara penutupan Swedish Digital Filmmaking Workshop di Blitz Megaplex Jakarta.

Night Shift
Sutradara: : Elizabeth Pamela Andries

My Pikko
Sutradara: Andi Arfan Sabran

Program Khusus: Think-Act-Change - The Body Shop
Documentary Film Competition 2007
(5 Film | 60:05 menit)

Think-Act-Change: The Body Shop Documentary Film Competition 2007 adalah kompetisi film dokumenter pertama yang diselenggarakan oleh The Body Shop bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta. Tema yang diangkat dalam kompetisi tahun ini adalah: HIV/AIDS, Global Warming, dan Domestic Violence. Tiga kondisi sosial dan lingkungan yang ternyata ada di dekat kita bahkan mengancam kita.

Mampukah kita melakukan perubahan? Melalui film dokumenter diharapkan kita dapat melihat realitas di sekitar kita, membicarakannya, dan menggerakkan kita untuk bertindak. Dengan cara itulah kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Utopia
Jakarta | 09:03 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Joan Kartini Rossi
Sinopsis:
Jakarta adalah kota yang megah dan metropolis. namun, 2 hal tersebut hanya identik dengan berdirinya ruang-ruang beton. Padahal, Jakarta juga sangat membutuhkan Ruang Terbuka Hijau.

Green Religion
Jakarta | 13:32 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Adi Putra, Ade Kurniadhi
Sinopsis:
Ketika alam mulai rusak di sana-sini, di manakah posisi agama?

Selimut dalam Kolong
Jakarta | 13:13 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Nyssa Nathania P.
Sinopsis:
Ibu Wartiyah adalah mantan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ia berusaha bangkit agar bisa melanjutkan hidup sekaligus membantu korban lain mengalami kasus KDRT. Ibu War akhirnya memilih menjadi Pendamping KDRT di lingkungan Masyarakat Miskin Kota.

Sarung Petarung
Jakarta | 15:22 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Jason Iskandar, M. Adiartha Kusuma
Produksi: Lazennec Tout Court
Sinopsis:
Remaja mencari jawaban diantara mereka tentang kegunaan kondom dan relasinya dengan safe sex.

6 Detik Lagi
Jakarta | 08:55 | 2007 | Dokumenter
Sutradara: Ardita Andriani
Produksi: Lazennec Tout Court
Sinopsis:
Apa yang terlintas di pikiranmu jika tiap 6 detik, 1 orang di dunia ini terinfeksi HIV?

Program Khusus: Tentang Anak-Anak
(4 film | 67:30 menit)

Kisah-kisah tentang anak-anak dari dunia yang tampak sunyi di belantara Eropa. Tentang tatapan tak berdosa, kejujuran, dan kerinduan akan kehangatan keluarga dari negeri asing. Kumpulan idiom yang akrab tapi terlupakan dalam kisah-kisah di ruang tengah keluarga Indonesia.

Kanin (Rabbit)
Swedia | 15:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Jonas Felixon
Produksi: Knochen Produktion
Sinopsis:
Di suatu akhir musim panas, Johan (9 tahun) sedang dilingkupi rasa jenuh. Sementara, Anna (9 tahun) - tinggal dekat rumah Johan - sedang mencari kelinci piaraannya yang menghilang. Suatu hari, Johan tanpa sengaja melukai kelinci dengan ketapelnya.

Kommer Hem (Coming Home)
Swedia | 16:30 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Jonas Holmstrõm & Jonas Bergergård
Produksi: Film I Vãrmland
Sinopsis:
Torsten (65 tahun) kembali ke Swedia setelah melakukan perja-lanan panjang ke luar negeri. Torsten berusaha menemui anak perempuannya untuk pertama kali dalam lima tahun.

Två Tennisskor (Sneakers)
Swedia | 28:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Peter Barlach
Produksi: AB Svensk Filmindustri
Sinopsis:
John mengiba-iba kepada ibunya untuk membelikannya sepatu tenis yang harganya mahal. John berhasil. Sepatu yang terbeli ternyata terlalu kecil sehingga John tetap menggunakan sepatu lamanya saat bermain hingga terjadi guncangan dalam kehidupan mereka.

Nar Elvis Kom pa besok (When Elvis Come to Visit)
Swedia | 09:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Andreas Tibblin
Produksi: Drama Svecia
Sinopsis:
Pertemuan antara Lukas dan Elvis. Lukas bukanlah sosok yang ramah terhadap imigran dan berusaha untuk terus menjaga jarak. Akan tetapi, Elvis perlahan mempengaruhi pandangan Lukas.

Program Khusus: SHoK - Menunggu Bis!
(10 film | 29:30 menit)

Dalam aktivitas menunggu bis, penonton dan pembuat film dihadapkan dengan kenyataan lapis ke entah. Sikap para pengguna bis kota secara bawah sadar terbentuk oleh berbagai faktor di atas. Partisipan, sebagai agen diharapkan mampu menemukan identitas kota dan refleksi diri mereka bukan semata yang dibentuk namun juga sebagai bagian dari pembentuk identitas itu sendiri.

SHoK! "Jalan-Jalan Keliling Jawa" mengangkat tema Menunggu Bis! Untuk bersama berusaha menemukan identitas kota, sebagai ruang maupun atmosfir pembentuk, bukan dengan kembali mengguna-kan keunikan fisik historikal yang dimiliki oleh masing-masing kota, melainkan dengan memakai unsur yang jamak dimiliki setiap kota.

SHoK, Screening Hall on Kinoki adalah forum diskusi bulanan, dikemas secara tematis dengan film pendek sebagai fokus bahasannya. Diselenggarakan sejak bulan November 2006, SHoK bertujuan untuk menyediakan diri sebagai ruang apresiasi bagi setiap pencinta dan penggiat film pendek untuk bersama mendiskusikan karya dari sudut manapun dengan cara yang menggelitik.

Umum Khusus
04:53
Sutradara: A. Aldorio S

Gubris
02:39
Sutradara: Sabiq Langlang Buono

Patient!
04:05
Sutradara: Anang Saptoto, Ultraman

Injit-Injit
02:22
Sutradara: Andry Wibowo

Halte Insecure????
02:32
Sutradara: Hengky Supriyanto, Gilang Fajar, Adjeer Van Leichtenstein

K.O.Y.A
02:56
Sutradara: Ismail Basbeth

Ladies First
02:25
Sutradara: Bramantyo Suryo Putro, Dino Prihatino

Beware!!!
00:34
Sutradara: Ardiy

Songo Sewu Sono Sewu
04:59
Sutradara: Kgs. Alvi Afriandi

Voice Over
02:05
Sutradara: Bambang "ipoenk" K. M

Program Khusus: Jaringan Kerja Film Banyumas
(5 film | 58:37 menit)

Sejarah kegiatan perfilman di Banyumas sungguhlah masih seumur jagung. Munculnya kegiatan pemutaran film skala kampus di Banyumas tahun 1999, kemudian di kalangan publik yang lebih luas, berlanjut pada lahirnya kelompok-kelompok yang menggawangi produksi film (pendek). Berbagai kegiatan pun diselenggarakan seperti workshop dan diskusi walaupun secara sporadis.

Kini, Banyumas dikenal sebagai salah satu kantong komunitas film yang cukup produktif baik dalam program-program yang melibatkan masyarakatnya maupun pembuatan film.

Banyumas, dengan segala dinamika serta dialektikanya, mencoba terus bertahan dalam arus besar perfilman Indonesia. Zaman berubah, kebutuhan akan pengem-bangan tidak lagi terbantahkan. Komunitas film yang tersebar di berbagai kabupaten; seperti kabupaten Purbalingga, kabupaten Banyumas, serta kabupaten Cilacap, terus mencoba memperkuat jejaring kerja sama.

JKFB (Jaringan Kerja Film Banyumas) ? berawal dari bentuk forum komunikasi ? merupakan asosiasi bagi komunitas film di Banyumas. JKFB, satu bab baru yang menjadi momentum bagi kegiatan perfilman di Banyumas. Terlalu banyak tantangan yang harus dijawab. JKFB adalah sebuah laboratorium bersama komunitas film di Banyumas untuk mengembangkan kegiatannya.

Tantangan utama adalah menjawab segala persoalan yang melingkupi kegiatan komunitas film di Banyumas. Mulai dari pengadaan infrastruktur, pembukaan akses informasi, hingga pembentukan jaringan yang kuat. Semua bisa dimulai dari hal yang sederhana dan JKFB meyakini hanya dengan kerja sama serta keterbukaan, maka segala persoalan bisa terlampaui.

Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB)

Estu
Cilacap | 15:00 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Galuhh
Produksi: Pinujulan Production SMAN 1
Sinopsis:
Estu, kesalahpahaman yang lucu.

Dibalik Kisah Hidup Sang Pengamen
Cilacap | 04:50 | 2007 | Dokumenter
Produksi: SMANIC entertainment
Sinopsis:
Perjalanan hidup seorang pengamen dalam memperjuangkan keluarganya.

Lelaki Pesolek
Purbalingga | 06:00 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Niken Sarasvati Devi, Atik Rindarsih
Produksi: Tjap Gadjah
Sinopsis:
Apa saja yang dilakukan laki-laki di muka cermin? Dan bagaimana bila di dunia ini tak ada cermin?

Tasmini
Purbalingga | 08:32 | 2007 | Fiksi
Sutradara: Evi Cute
Produksi: 3 Generation of Brankerz
Sinopsis:
Perempuan mana yang mau dimadu. Dan perempuan mana yang tak mau disayang?

Laporken Kenapa
Purwokerto | 19:15 | 2006 | Fiksi
Sutradara: Basuki Rahmat
Produksi: agakmakruh production
Sinopsis:
Rekonstruksi film Janji Joni dengan segala kevulgaran ide mengenai representasi citraan dari sebuah film. Hasil dari Pakem Project Arisan Film Forum.

Karma Police
Purwokerto | 05:00 | 2006 | Video Musik
Sutradara: M. Nur Rohmi
Produksi: 3 Generation of Brankerz
Sinopsis:
Interpretasi ulang video musik Karma Police dari Radiohead.

Forum Komunitas Terbuka

Forum ini menyediakan ruang bagi para komunitas, individu yang tergabung dalam komunitas, atau bahkan masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang komunitas film dan pergerakannya di dunia film alternatif. Tiap komunitas yang hadir bisa mempresentasikan komunitas dan fokus kegiatannya, termasuk permasalahan yang dihadapi. Tujuan dari forum ini kemudian adalah untuk memetakan komunitas yang ada di Indonesia berdasarkan lokasi, dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing komunitas tersebut.

Fasilitator:
Mirwan Andan (ruangrupa, Jakarta)
Novita (Infis, Surabaya)

DISKUSI : Distribusi Film Alternatif

Film alternatif? Sebuah frasa dengan terminologi sementara menggambarkan film-film yang muncul di luar media umum seperti televisi dan bioskop komersial. Film alternatif bukanlah barang baru di Indonesia. Kegiatan pemutaran film alternatif telah dikenal sejak tahun 1970-an dan meruak kembali di era pascareformasi 1998. Namun, seberapa besarkah kita benar-benar mengetahui tentang keberadaannya bila akses publik terhadap film alternatif sangat minim. Adakah bentuk lain selain akses film alternatif di komunitas-komunitas film? Mari kita bicarakan.

Pembicara:
Lulu Ratna (Boemboe)
Varadilla (MINIKINO)
Wahyu Aditya (Hellomotion)

Moderator:
Dimas Jayasrana (filmalternatif.com)

 

DISKUSI : Perjalanan Film Eksperimental Indonesia

"those that use the camera in order to reproduce; and those that employ the resources of cinematography to create". (Robert Bresson)

Dalam skema umum dunia kreatif film berada di dalamnya?ruang bernapas untuk mengekplorasi dan bereksperimen dengan ide kreatif di luar metode yang umum dilakukan, sangatlah penting. Eksplorasi dan eksperimentasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hal–hal baru seperti, pendekatan baru dan bahasa baru dalam film, termasuk film pendek. Harusnya, gairah eksperimentasi para pembuat film dapat memecahkan kejumudan atau stagnasi dalam perfilman Indonesia.

Pembicara:
Gotot Prakosa (pelaku sejarah, sinematografer/animator)
Tintin Wulia (pembuat film, pendiri MINIKINO, Bali)

Moderator:
Ariani Darmawan (pembuat film, pendiri KINERUKU, Bandung)

DISKUSI : Trend Metode Jurnalistik Dalam Film Dokumenter Indonesia

Dibandingkan 10 tahun yang lalu, film dokumenter Indonesia saat ini telah berkembang sangat pesat baik dari segi jumlah maupun kualitas. Sejak tahun 2002, sebuah komunitas dokumenter di Yogyakarta menyelenggarakan festival yang memfokuskan diri pada jenis film dokumenter. Tak lama berselang, sebuah stasiun TV memberi penghargaan film dokumenter terbaik setiap tahun. Berbagai komunitas film, LSM, dan perusahaan swasta ikut menyelenggarakan workshop film dokumenter. Kuatnya pengaruh TV tidak saja terjadi pada cara bertutur film pendek fiksi naratif tetapi juga film dokumenter. Adakah cara bertutur lain yang sama sekali berbeda?

Pembicara:
Rhino Ariefiansyah (Antropolog)
Agus Nugroho (Direktur Festival Film Dokumenter)

Moderator:
Daniel Rudy Haryanto

DISKUSI : Penggunaan Musik Dalam Film Pendek

Film adalah sebentuk komunikasi antara pembuat dengan penonton, dengan kekuatan visual sebagai amunisi utama. Ketika kebutuhan penceritaan tidak lagi terpenuhi hanya dengan bahasa gambar, iringan musik hadir sebagai elemen pendukung yang paling logis. Sinkronisasi antara adegan dan jenis musik yang dilekatkan padanya kemudian menjadikan film itu memiliki "jiwa". Ini kemudian berujung pada beberapa pilihan artistik: musik seperti apa yang cocok untuk mendukung adegan tertentu, dan bagaimana cara menghadirkannya.

Pembicara:
Thoersi Argeswara (Musisi)
P.B. Adi (Musisi)
Mbek (Pembuat Film)

Moderator:
Ahsan Andrian

DISKUSI : Pembuatan DVD Video Bersama EDL

DVD menawarkan penyimpanan Video dengan kualitas yang baik. Selain itu, DVD juga menawarkan fitur-fitur interaktif yang sangat berguna. EDL akan mengajak untuk berdiskusi untuk memahami pembuatan DVD dan memaksimalkan fitur-fiturnya. Diskusi akan difasilitasi oleh Ahsan Andrian dan Diki Umbara.

EDL, Editors? Discussion League, adalah liga diskusi para editor, gambar maupun suara, offline maupun online, pemula maupun ahli, amatir maupun profesional. Berawal dari milis editing yang kemudian melakukan pertemuan dan memutuskan untuk mengadakan diskusi rutin tiap bulannya di minggu pertama.

DISKUSI : Pengembangan Referensi Penyelenggaraan Festival FilmS

Semakin banyaknya festival film yang lahir belakangan ini di Indonesia, seharusnya diikuti oleh usaha serius bersama-sama untuk memahami secara jeli tentang tujuan penyelenggaraan, karakter festival, dan sasaran yang hendak dituju. Selanjutnya, diperlukan pemetaan tentang bentuk dukungan yang bisa diberikan oleh masing-masing elemen dalam dunia perfilman. Upaya yang seharusnya dilakukan ini tidak bisa dianggap gampang karena berbagai perbedaan pemahaman dan standar penyelenggaraan festival film, baik secara teknis maupun ideologis. Diskusi ini diadakan untuk menumbuhkan otokritik terhadap institusi festival film.

Pembicara:
Lalu Roisamri (Jiffest)
Prima Rusdi (Penulis Skenario/Pemerhati Festival Film)

Moderator:
Elida Tamalagi (Kinoki, Yogyakarta)

Forum Festival

Dalam tujuh tahun terakhir, berbagai festival film muncul di berbagai tempat di Indonesia. Dari yang bersifat sangat khusus sampai yang sangat umum. Dari festival film bertaraf internasional sampai festival (yang sebenarnya kompetisi) tingkat SD. Festival film diselenggarakan dengan berbagai gaya dan caranya masing-masing sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan keinginan para pihak penyelenggaranya. Variasi bentuk festival bisa kita lihat dari cara penyelenggaraannya, program yang ditawarkan, kegiatan-kegiatan sampai keterlibatan penonton di dalamnya.

Keadaan ini tentunya sangat menggembirakan. Sebagai wahana media literacy, tentunya semakin banyak festival film akan semakin membangun publik yang "melek" film dan peduli akan perkembangan film bangsanya. Akan tetapi, memerhatikan muncul dan matinya berbagai acara festival di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir ini, secara sekilas saya melihat tidak dimilikinya sinkronisasi arah, tidak dimilikinya kesamaan pandang tentang apa itu festival film, dan tampaknya tidak dipahami bersama apa tujuan dari diselenggarakannya festival film.

Dengan tidak bermaksud untuk melakukan penyeragaman (seragam tentunya adalah hal yang haram dalam wacana festival), diskusi dalam Festival Film Pendek Konfiden 2007 ini bertujuan sebagai arena tukar pendapat dan menyelaraskan (bukan menyamakan) sudut pandang dan logika penyelenggaraan festival film di Indonesia. Diharapkan kemudian berbagai penyelenggara festival atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam penyelenggaraan festival film di Indonesia kemudian dapat berjalan dalam kerangka besar yang dibentuk bersama.

Fasilitator:
Elida Tamalagi (Kinoki, Yogyakarta)

Lagu Gambar Gerak bersama Efek Rumah Kaca

Band Efek Rumah Kaca (ERK), adalah grup alternatif ber-genre musik indie rock beranggotakan tiga anak muda asal Jakarta, Cholil (vokal, gitar), Adrian (bass), Akbar (drum). Musik dan lirik ERK bermuatan pesan ?social movement? juga beragam peristiwa keseharian.

Program ini mencoba menggabungkan film dan musik dengan tujuan membuat sebuah rangkaian eksibisi audio visual yang atraktif dan interaktif. Dengan pemutaran film dan pertunjukan lagu yang silih berganti, program ini ingin menyampaikan pesan-pesan dari tema yang diusung oleh tiap pasang film dan lagu: mulai dari cinta, konsumerisme, pahlawan, sampai lingkungan. Mari menonton, lalu menyanyi!

Bunga Dibakar (versi pendek)
05:00 | 2005
Sutradara: Ratrikala Bhre Aditya
Sinopsis:
Potret sekaligus misteri aktivis HAM Munir dan kematiannya. Tapi semangatnya tak pernah mati.

Di Udara
ERK | 04:36
Bukan sekadar mengenang sosok Munir, tapi semangatnya.

A Night with Black Satin
01:18 | 2004
Sutradara: Wimo Ambala Bayang
Sinopsis:
Sebuah mesin jahit sedang bekerja. Sebuah lagu sedang diputar.

Melankolia
ERK | 05:04
Lagu yang sepi, perasaan melankolia

Cinta Melulu
04:23 | 2007
Sutradara: Indra Ameng
Sinopsis:
Foto-foto para personil Efek Rumah Kaca di berbagai tempat di Jakarta. Ada jalanan, ada bus Kopaja, ada rumah kaca. Disertai pemunculan cuplikan beberapa lirik. Seluruhnya format hitam putih.

Cinta Melulu
ERK | 04:23
Nonton TV, dengar radio. Lagu-lagu pop cinta dengan tema dan cara penulisan lirik yang itu-itu saja. Bahkan juga terjadi pada beberapa band yang diklasifikasikan dengan label indie.

Stand Still
03:59 | 2004
Sutradara: : Wimo Ambala Bayang
Sinopsis:
Objek yang bergerak tetap, namun menjadi kabur

Sebelah Mata
ERK | 04:29
Mata kiri Adrian, pemain bas Efek Rumah Kaca, mengalami gangguan pandangan bila hari gelap. Cahaya yang tertangkap seperti berpendar. Ak-hirnya ada pengalaman visual tersendiri baginya.

The Anniversaries
10:00 | 2006
Sutradara: : Ariani Darmawan
Sinopsis:
Potret sebuah perkawinan yang membosankan yang bertempat di dalam lift.

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
ERK | 05:14
Menikmati jatuh cinta tanpa harus berlebihan atau bahkan menjadi buta. "Bila jatuh cinta itu buta/ berdua kita akan tersesat/ saling mencari di dalam gelap/ Kedua mata kita gelap/ Lalu hati kita gelap/ Hati kita gelap/ Lalu hati kita gelap"

Subversif
04:45 | 2007
Sutradara: : Akrom Satoto
Sinopsis:
Ketika kesenian, atau bahkan lebih "enteng" lagi: sekedar bernyanyi, dicap subversif.

Jalang
ERK | 04:42
Ketika kesenian dianggap subversif. "Siapa yang berani bernyanyi/ Nanti akan dikebiri"

Hedone Palace
07:00 | 2007
Sutradara: : Perdana Kartawiyudha
Sinopsis:
Film dokumenter tentang istana yang menjadi pusat kegiatan bersenang-senang.

Belanja Terus Sampai Mati
ERK | 04:23
Konsumerisme, belanja berlebihan pada kehidupan urban.

Pasca-Bumi
02:45 | 2007
Sutradara: : Ferry Destawijaya
Sinopsis:
Perubahan kondisi bumi selama 8000 tahun dilihat dari sudut pandang alien.

Efek Rumah Kaca
ERK | 03:30
Tentang bumi yang terbakar akibat efek rumah kaca.